nasr2_Noel Celis - PoolGetty Images_china iran Noel Celis/Pool/Getty Images

Strategi Tiongkok dengan Iran

WASHINGTON, DC – Pada awal bulan ini, Iran mengumumkan bahwa negara tersebut sedang melakukan negosiasi perjanjian kerja sama selama 25 tahun dengan Tiongkok yang mencakup sektor perdagangan, energi, infrastruktur, telekomunikasi, dan bahkan militer. Bagi Iran, prospek kemitraan strategis dengan Tiongkok datang pada saat yang tepat. Pemerintahan Iran sudah menghadapi ketidakpuasan masyarakat karena buruknya kondisi perekonomian dalam negeri yang babak belur diterpa sanksi dari AS dan juga COVID-19.

Selain itu, serangkaian ledakan yang baru-baru ini terjadi di Iran semakin menumbuhkan kesan bahwa rezim pemerintahan Iran berada dalam kepungan masalah. Ledakan-ledakan ini merusak setidaknya dua tempat yang berkaitan dengan program nuklir dan misil Iran, dan hal ini tampaknya merupakan bagian dari strategi AS dan Israel untuk melumpuhkan kemampuan Iran. 

Berita kerja sama dengan Tiongkok ini adalah pengalihan yang baik bagi pemerintah Iran, dan juga mungkin memberikan waktu bagi pemerintah Iran untuk mempertahankan status quo hingga pilpres AS bulan November 2020. Hasil pilpres AS tersebut akan menentukan arah hubungan AS-Iran dan nasib perjanjian nuklir Iran tahun 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), serta mempengaruhi pilpres Iran pada bulan Juni 2021.  

We hope you're enjoying Project Syndicate.

To continue reading, subscribe now.

Subscribe

or

Register for FREE to access two premium articles per month.

Register

https://prosyn.org/GBXWNuUid