chui3_TOLGA AKMENAFP via Getty Images_coronavirusvaccinelab Tolga Akmen/AFP via Getty Images

COVID-19 dan Bio-Revolusi

HAMBURG – Kemajuan dalam bidang biologi jarang mendapatkan perhatian global sebesar yang terjadi ketika krisis COVID-19. Ketika virus corona yang baru menulari jutaan orang di seluruh dunia dan merusak perekonomian global, harapan terbesar kita dalam mengatasi permasalahan ini adalah kecanggihan alat-alat dan kemampuan biologi yang baru dan terus berkembang. Namun, melawan COVID-19 hanyalah sebagian kecil dari manfaat yang bisa kita gunakan dari inovasi teknologi biologis.

Laju kemajuan dalam ilmu biologi bergerak semakin cepat sejak genom manusia dipetakan – sebuah proses yang memakan waktu 13 tahun dan selesai pada tahun 2003. Sebuah penelitian baru dari McKinsey Global Institute (MGI) menunjukkan, revolusi biologis (bio-revolusi) didorong oleh kemajuan pesat dalam bidang komputasi, automasi, dan kecerdasan buatan (AI).

Penelitian MGI telah mengidentifikasi sekitar 400 potensi penerapan dalam bidang biotek yang sudah mungkin dilakukan, yang dapat menghasilkan pendapatan yang mungkin mencapai $4 triliun setiap tahunnya selama 1-2 dekade mendatang. Lebih dari separuh pengembangan tersebut tidak termasuk dalam bidang kesehatan manusia, tapi dalam bidang pertanian dan pangan, produk dan jasa konsumen, serta produksi material, kimia, dan energi.  

We hope you're enjoying Project Syndicate.

To continue reading, subscribe now.

Subscribe

or

Register for FREE to access two premium articles per month.

Register

https://prosyn.org/5bkHLtSid